Monday, May 9, 2016

Admin

Peran Ayah dalam Keluarga

By  


Biasanya pembagian tugas dalam keluarga bagi ayah dibatasi berkaitan dengan lingkungan luar keluarga. Sang ayah hanya dianggap sebagai sumber materi, dan yang hampir menjadi seorang asing karena seolah-olah hanya berurusan dengan dunia di luar keluarga.



Dari berbagai contoh terlihat bahwa ayah yang kurang menyadari fungsinya di rumah akhirnya kehilangan tempat dalam perkembangan anak. Anak membutuhkan ayah bukan hanya sebagai sumber materi, tetapi juga sebagai pengarah perkembangannya, terutama perannya di kemudian hari. Ayah sebagai otak dalam keluarga mempunyai beberapa tugas pokok.


Ayah sebagai pencari nafkah:

    Sebagai tokoh utama yang mencari nafkah untuk keluarga. Mencari nafkah merupakan suatu tugas yang berat. Pekerjaan mungkin dianggap hanya sebagai suatu cara untuk memenuhi kebutuhan utama dan kelangsungan hidup. Padahal melihat pekerjaan seorang ayah, ibu mempunyai jangkauan lebih jauh. Anak yang melihat ibu dan ayah bekerja, atau ayah saja yang bekerja akan melihat bahwa tanggung jawab dan kewajiban harus dilaksanakan secara rutin. Dengan demikian, anak tahu bahwa kewajiban dan tanggung jawab harus dilaksanakan tanpa paksaan. Selanjutnya dari cerita orang tua mengenai tugas dan pekerjaan sehari-hari, anak belajar tentang pekerjaan yang kelak bisa dilaksanakan. Akhirnya anak memperoleh bahan pemikiran dan pilihan peran manakah yang kelak akan dimainkan.



Ayah sebagai suami yang penuh pengertian akan memberi rasa aman:
    Ayah sebagai suami yang memberikan keakraban, kemesraan bagi istri. Hal ini sering kurang diperhatikan dan dilaksanakan. Padahal istri sebagai ibu, bila tidak mendapat dukungan keakraban dan kemesraan dari suami, bisa jemu terhadap semua kegiatan rumah tangga, mengurus keluarga, membesarkan anak, dan pekerjaan di luar rumah, akhirnya uring-uringan dan cepat marah sehingga merusak suasana keluarga. Ibu yang merasa tidak aman dengan adanya suasana keluarga yang gaduh, akan mengakibatkan anak merasa tidak aman dan tidak senang di rumah. Agar suasana keluarga bisa terpelihara baik maka perlu tercipta hubungan yang baik antara suami istri.

Ayah berpartisipasi dalam pendidikan anak:

    Dalam hal pendidikan, peranan ayah di keluarga sangat penting. Terutama bagi anak laki-laki, ayah menjadi model, teladan untuk perannya kelak sebagai seorang laki-laki. Bagi anak perempuan, fungsi ayah juga sangat penting yaitu sebagai pelindung. Ayah yang memberi perlindungan kepada putrinya memberi peluang bagi anaknya kelak memilih seorang pria sebagai pendamping, pelindungnya. Dari sikap ayah terhadap ibu dan hubungan timbal balik mereka, anak belajar bagaimana ia kelak harus memperlihatkan pola hubungan bila ia menjadi seorang istri.

Ayah sebagai pelindung atau tokoh yang tegas, bijaksana, mengasihi keluarga.


    Seorang ayah adalah pelindung dan tokoh otoritas dalam keluarga, dengan sikapnya yang tegas dan penuh wibawa menanamkan pada anak sikap-sikap patuh terhadap otoritas, dan disiplin. Ayah dalam memberikan tugas kepada anak perlu melihat kemampuan anak untuk bisa menyelesaikan tugas itu. Dengan kemampuan menyelesaikan tugasnya, anak mengetahui kemampuan dan batas-batasnya. Ayah dengan sikap wibawanya sering menjadi wasit dalam memelihara suasana keluarga sehingga mencegah timbulnya keributan akibat perselisihan dan pertengkaran dalam keluarga. Ayah yang diharapkan lebih rasional, biasanya lebih adil dan konsisten sebagai wasit.


Akhirnya akan tampak bahwa disiplin orang tua merupakan pengalaman yang penting bagi timbulnya rasa aman seluruh keluarga. Kesatuan pandangan dan tujuan pendidikan ayah ibu merupakan landasan penting bagi perkembangan anak. Disiplin orang tua dalam berbagai aspek akan dicontoh oleh anak sehingga menjadi sikap disiplin pada anak. Dengan demikian, terlihat bahwa kesepakatan ayah dan ibu, kesatuan pandangan ayah dan ibu merupakan landasan bagi terciptanya suasana keluarga yang sejahtera. Semua usaha harus berpangkal pada kesepakatan, mufakat ayah ibu sebagai kesatuan dan pengarah keluarga. Ayah dan ibu sedapat mungkin memiliki satu falsafah hidup dalam hubungannya dengan anak mereka. Sering terlihat sikap orang tua yang beraneka ragam dalam mendidik anak. Sikap orang tua terhadap anak memperlihatkan adanya 3 kelompok ciri yang bervariasi:

  • Sikap ketat -> sikap terlalu membolehkan.
  • Sikap kehangatan -> sikap permusuhan.
  • Sikap tenang melepaskan -> sikap cemas, melibatkan.

Apa yang diharapkan dari anak dan bagaimana kelak ia membentuk dirinya dalam masyarakat merupakan hasil pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah. Akibat dari suasana keluarga dan hubungan keluarga terlihat bentuk pribadi anggota keluarga:
  • Banyak sifat dan sikap seseorang di peroleh dari orang tua dalam bentuk kecenderungan-kecenderung bertingkah laku.
  • Konsep diri, gambaran tentang diri dipengaruhi oleh model dari orang tua, gambaran tentang dirinya menjadi akar  dari pandangannya terhadap orang lain.
  • Afeksi penerimaan, kehangatan berkaitan dengan penyesuaian yang baik, prestasi akademis, kreativitas, dan kepemimpinan
Dengan demikian, pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga perlu diperhatikan oleh orang tua dengan memperhatikan berbagai aspek dalam pendidikan.
Dalam pendidikan perlu diusahakan:
- Keselarasan pengajaran di sekolah dan di rumah sesuai dengan tujuan pendidikan.
- Kesesuaian antara ajaran pendidikan dan perilakunya sendiri.
- Dialog atau diskusi antara guru dengan murid mengenai nilai-nilai dan masalah-masalah mereka         [bimbingan kelompok].
- Latihan-latihan untuk membina berbagai perilaku yang diharapkan.


Beberapa cara pendidikan dalam mengembangkan aspek moral anak:


    Pendidikan berorientasi pada kasih sayang: orang tua - anak, yang baik hubungannya. Hubungan kasih sayang ini akan mendekatkan anak dengan orang tuanya, memudahkan orang tua memberi hadiah dan hukuman yang sepadan. Anak juga akan lebih mudah menerima nilai-nilai orang tuanya dan menirunya. Orientasi ini berhasil bagi anak-anak remaja dini, remaja, dan dewasa muda. Bilamana orang tua secara berlebihan memberi kasih sayang tanpa syarat, orang tua akan kehilangan pengendalian mereka terhadap anaknya, orang tua kurang berwibawa terhadap anaknya.


    Pendidikan berorientasi pada penalaran: aspek paling penting adalah induksi. Induksi pada dasarnya menunjukkan kepada anak yang melanggar, akibat-akibat dari perilakunya bagi orang lain. Memberi alasan-alasan pada anak untuk menerangkan mengapa harus berbuat atau tidak berbuat. Bila memakai cara ini, perlu diperhatikan umur anak yang dihadapi. Di samping induksi, perlu juga sikap tegas orang tua, melalui cara berperilaku tertentu (reinforcement). Orang tua dan para pendidik yang tegas, akan berhasil dalam mendidik, tanpa memakai cara kekerasan.


    Pengawasan orang tua atau pendidik: melalui supervisi dan dorongan. Pengawasan orang tua dikurangi pada masa remaja dini dan lebih banyak diberikan kesempatan kepada anak untuk melatih pengendalian diri. Pada masa remaja kehangatan orang tua, bimbingan dan saran-saran sangat diperlukan.


    Hukuman: hukuman orang tua ada 2 macam : Teknik menunjukkan kuasa dan tidak memberikan kasih sayang.


        Penggunaan kekuasaan meliputi hukuman fisik, tidak memberikan hak-hak tertentu, mendesak, mengancam untuk mengendalikan anak. Dengan harapan anak takut akan hukuman, cara ini biasanya berhasil bagi mereka di bawah umur 7 tahun, dengan catatan dilaksanakan secara tidak berlebihan dan terus menerus agar mereka tidak menjadi agresif dan sopan-santunnya terganggu.


        "Love - withdrawal technique", ekspresi langsung penolakan terhadap perilaku anak yang tidak diinginkan dalam bentuk menolak bicara atau tidak mendengarkan anak, tidak menyenanginya, mengasingkan atau mengancam akan meninggalkannya. Cara ini semata-mata dipakai untuk menunjukkan ketidaksenangan orang tua karena perbuatan anak yang tidak baik.


    "Behavior training": orang tua dan para pendidik pembimbing biasanya sibuk mencari cara yang efektif untuk mengubah perilaku anak yang tidak diinginkan. Sesungguhnya memasukkan suatu perilaku prososial pada anak secara otomatis akan menghapuskan suatu tingkah laku yang tidak diinginkan itu.


        Belajar langsung dari induksi perilaku bantu-membantu, membagi, dan kerja sama. Orang tua menanamkan tanggung jawab anak dengan mengikutsertakan anak atau memberikan tugas pemeliharaan tanaman, binatang kesayangan, atau pada anak yang lebih tua dengan mengurus adik. Perlu diperhatikan bahwa anak melakukan tugas secara teratur, dan diberi tugas yang bisa dilaksanakannya.


        Belajar secara tidak langsung: Anak diminta mengajarkan nilai-nilai atau suatu tingkah laku tertentu kepada orang lain. Dengan mengajarkan kepada anak atau orang lain maka apa yang diajarkan akan diterimanya dan dipelajarinya sendiri.


    Behavior training dapat dilakukan terhadap semua anak didik khususnya anak tanggung dan remaja. Agar pendidikan anak di lingkungan keluarga berhasil baik sesuai dengan keinginan dan tujuan pendidikan orang tua, perlu dipahami bahwa setiap anak adalah pribadi yang khas, pribadi yang unik. Anak memiliki ciri kepribadian, kemampuan dalam batas-batas tertentu ada hal-hal yang sama antar satu anak dengan anak lain, sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya.



sumber: Buku "Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga" penerbit: PT BPK Gunung Mulia, Jakarta 1995
Read More

Saturday, May 7, 2016

Admin

KERJA RANI / PESTA PANEN

By  
Kerja Rani Pengataken Bujur Arah Ulih Pendahinta

LATAR BELAKANG

Wari raya kerja rani merupaken sada pengataken bujur man Dibata, erkite kiteken enggo ipasu pasu Dibata dahin dahinta, adi nai i tengah tengah bangsa Israel gandum enggo mbuah ras mereken hasil man bangsa Israel. I tengah tengah kalak karo nai, ija pendahin mayoritas kujuma janah nuan page serentak kerina.

APLIKASI 

Nggejap Dibata enggo masu-masu page sini isuan janah erbuah bage pe rani. Erkiteken si e tergejap pasu-pasu Tuhan, sebab adi lakin ban Tuhan labo berhasil page sini isuan e, kai i usahaken manusia adi la ipasu pasu Tuhan labo banci berhasil. Emaka setiap kali rani ibereken ulih rani e, 2 pelegan (2 kaleng page) persembahen man Tuhan sebagai pengataken bujur. Dasarna kita erbahan pesta kerja rani banci sibandingken ras Ulangen 16 : 9 -12, II Kor 9 : 6 -9. 

Genduari kita mereken kerja rani arah ulih pendahinta ibas sada tahun lanai berbentuk page sebab lanai nari kita nuan page, tapi berupa sen, hasil pencarinta ntah ulih latihta, sebab sigejap ipasu pasu Tuhan pendahinta emaka iberekenNa ulih man banta guna kebutuhen kebutuhenta. 

Emaka sirenung-renungken ras sidiskusiken ras keluarganta asa kai nge si patut si bereken man Tuhan rikutken pasu-pasu Tuhan ku tengah tengah keluarganta selama sada tahun enda. Ula kita mekarus mere man Tuhan sebab kalak simekarus mere man Tuhan labo ate Tuhan ngena. Si inget-inget kerina pasu pasu Tuhan, ras penampatna, keleng atena man banta, emaka siarihken ras anak jabunta asakai sipatut siakap kerja raninta, jenari sibaba ku Gereja.
Read More
Admin

Renungan Harian, Minggu 8 Mei 2016

By  
Bacaan : Wahyu 3:14-22
Setahun : 2 Raja-Raja 18-20
Nats : Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu,
Aku akan masuk menemui dia dan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)


Ketukan Pintu


Seorang pendeta yang saat ini bertugas di Malang melakukan hal yang belum pernah saya jumpai. Sebelum memulai pelayanannya di sebuah gereja di kota tersebut, ia terlebih dulu meminta diantar para anggota majelis untuk mengunjungi rumah setiap warga jemaat. Ia mengetuk pintu rumah mereka masing-masing dan berbincang dengan keluarga ini. Perlu waktu beberapa hari untuk mengunjungi rumah setiap warga.

Tuhan Yesus menyapa setiap pribadi yang ada di seluruh dunia ini. Sebagai gembala Dia mengetuk setiap hati supaya bersedia mengikuti-Nya. Dia akan membimbing siapa saja yang mau membukakan pintu untuk-Nya menuju jalan yang benar. Dia akan memimpin langkah setiap orang yang mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat menuju kehidupan kekal.

Tuhan Yesus pun mengetuk pintu hati kita. Ketika kita mau membukakannya, kita menerima Dia menjadi gembala atas hidup kita. Tetapi, bisa jadi saat ini hingar-bingar dunia membuat kita jauh dari jalan yang dikehendaki-Nya. Kita terlalu sibuk meraih segala pencapaian duniawi yang memuaskan kedagingan kita. Kegaduhan dunia sering membuat kita tidak mendengar saat Kristus mengajak kita menikmati persekutuan dengan-Nya.

Dia terus-menerus menyapa kita, mengingatkan kita tentang jalan yang seharusnya kita tempuh. Dia tidak mau kita tersesat. Jika kita telah terlampau jauh "menggelandang", ini saatnya kembali dan menikmati hidangan makan yang sudah disediakan-Nya: hidup selaras dengan kehendak-Nya. --Gigih Dwiananto/Renungan Harian

TUHAN YESUS RINDU BERSEKUTU DENGAN KITA;
APAKAH KITA BERGAIRAH MERESPONS KERINDUAN-NYA?
Read More

Tuesday, May 3, 2016

Admin

Renungan Harian, Rabu 4 Mei 2016

By  
Bacaan   : Daniel 3:13-18
Setahun : 2 Raja-Raja 9-10
Nats       : 
                Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja                 dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel 3:18)

Berhala Modern


Apa yang menyebabkan Anda sering sekali tidak beribadah kepada Tuhan, baik pada hari Minggu untuk pergi ke gereja atau saat teduh pribadi Anda sendiri? Apa yang menjadi berhala kita untuk tidak datang menyembah Tuhan? Mungkin kesibukan mengurus rumah tangga, pekerjaan yang menumpuk, pasangan kita, uang, atau apa pun bisa menjadi berhala kita.
Berhala umumnya adalah patung-patung yang menyerupai bentuk apa pun (benda mati). Dalam kisah di Perjanjian Lama ini, bentuknya sebuah patung emas dengan tinggi enam puluh hasta (kira-kira 27 meter) dan lebar enam hasta.
Tapi sesungguhnya berhala itu berarti mementingkan sesuatu lebih besar daripada mengutamakan Tuhan. Bukan sekadar patung, tetapi sesuatu yang merintangi kita untuk datang pada Tuhan.
Dalam kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang diperintahkan Raja Nebukadnezar untuk menyembah sebuah patung emas itu, mereka tetap berpegang teguh kepada kebenaran dan tidak berkompromi. Berpegang teguh pada kebenaran berarti kita harus mengenal kebenaran itu. Dan bagaimana kita dapat mengenal kebenaran kalau kita tidak bersekutu dengan Tuhan? Karena apa yang menurut dunia itu benar, belum tentu benar menurut Alkitab. Sementara tidak berkompromi berarti jika iya katakanlah iya dan jika tidak katakanlah tidak.
Seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang memiliki prinsip untuk tidak menyembah berhala, kita pun kiranya dapat memiliki keteguhan hati yang serupa. --Selly Miarani/Renungan Harian.


             BERANIKAH BERKATA TIDAK UNTUK BERHALA YANG MEMBUAT KITA JAUH DARI TUHAN ?

Read More
Admin

PA Moria tanggal 01-07 Mei 2016

By  
Suplemen PA Moria tanggal 01-07 Mei 2016, ogen Matius 7:24-27

Tema : Penjemba ku simehuli (Motivasi)
Tujun :
- Gelah Moria mpetangkas cara Yesus njemba ajar-ajarNa erbahan simehuli .
- Ngasup jadi penjemba kalak sideban gelah reh ulina arah kata pergegeh.



1. Yesus nerusken pengajarena idas uruk nari, janah enda me pengajaren si terahir isehkenNa nandangi ajar-ajarna ras jelma sienterem. Janah ibas paksa enda ituriken kerna kalak mbangun rumah : Tentu Yesus memahami maka kalak Jahudi rusur membangun rumah, sebab rumah eme salah sada sinibutuhken manusia. Janah iseputar Palestina, Rata-rata gurun, janah Gurun enda tentu lit deba pasir kerina seh mbagas pe ikali, tapi lit ka deba pasirna tipis, iteruh batu, janah batuna pe piher kel, sebab rata-rata bagi Batu karang.

2. Tentuna kalak simbangun pasti membutuhken biaya si cukup, tukang si ahli, namun lit deba cari mudah, tanpa cari susah. Ija membangun idatas pasir ras membangun idatas batu karang. Pasti ibas membangun enda beda kal, pasti simbangun idatas pasir tidak begitu susah, gampang saja mengali janah bangunen cepat dung. Namun si membangun idatas batu karang pasti sulit, sebab membutuhken tenaga, keahlian, sebab pengalian sulit, sebab batu karang . Tukang duana erdahin, pasti membagun e pasti beda dungnna, sebab bangunen ipasir cepat dung. Kwalitas bahan bangunen sama, hanya beda pondasi, ras beda tenagana guna mbagun. Tentuna meriahkel natap bangunen enda, janah sinatap pe mehuli ras nyaman. Namun daya tahanna terlelak ibas pondasi bangunen enda. Sebab adi lit bangunen pasti lit rusur angin, lit ombak. Sebab itaneh pondasina, adi musim udan entah angin, pasir banci mombak tah pe berpindah-pindah. Emaka kai si lit idatasna banci ibabana, janah bergeser seh runtuh bangunen e. Tapi adi na dasarna idatas batu karang , maka la tergoyahken , kokoh dasarna. Angin banjir la banci mindah kenca.

3. Kata motivasi eme mereken semangat man kalak, gelah banci isemangatina kegeluhena ku bas hal-hal si positif gelah maju ia, ras pe reh warina reh majuna. Bagepe kuat menghadapi masa depan, aminna gia erbage bage simberat ihadapina.  Emaka si idah Yesus me motivasi ajar-ajarna ras jelma sienterem. Emaka Yesus ngangkat cerita kuno kalak mambangun rumah. Hal enda gelah banci murid-murid dewasa janah mambangun dirina ras mambangun kalak sideban erpalasken batu karang (Yesus), gelah ula tatapen ngenca mejile, tapi adi reh kenca masalah mis hancur, putus asa piah dungna mobah. Masa depan pe la jelas janah la jadi teladan man kalak sideban. Emaka arah bahanta sendah ngingetken Moria gelah, membangun masa depan erpalasken kata Dibata, bagepe tetap membagun ula cari gampang, sebab hal-hal simberat e harus hadapi alu teneng, ula kal kita natap si mejile tatapen mata, tapi pakekenlah erpalasken tatapen mata pertendin, eme bagi siniaturken Dibata.  Emaka bangunlah dirindu, masa depanndu ras masa depan keluargandu bagepe usaha ras dahindu idatas batu karang ( Yesus). Adi sibangun idatas batu karang (Yesus), la tergoyahken aminna gia lit angin entah pe gelumbang, ertahan bangunen. Tapi adi bangunndu erpalasken kiniteken doni maka pasti sada paksa runtuh. Sebab kaipe silakoken bas geluh enda lit lalap tantangen. Emaka jadikenlah tantangen e jadi tantangen. ( I Petrus 5 : 8-9).

Read More
Admin

PA Mamre tanggal 01-07 Mei 2016

By  
Suplemen PA Mamre tanggal 01-07 Mei 2016, Nats Keluaren 3:1-11

Nats : Keluaran31 : 1 -11
Thema : Makeken Pengertin, Kebeluhen ras Kengasupen


1. Tuhan mereken Pengertin,Kebeluhen ras Kengasupen sierbage-bage man tep-tep jelma. Contohna Musa ibereken Dibata kengasupen guna mabai bangsa Israel ndarat itaneh Mesir nari nuju kutaneh Kanaan. Tapi lalit kengasupenna guna erbahan perkakas Rumah Pertoton Kengasupen e ibereken/lit ibas Besalel ras Oholiap. Bdk. Roma 12 : 8,  I Kor. 12.

2. Kengasupen silit ibas tep-tep manusia eme Pemere Tuhan. Kata:”Enggo Kupilih”-ay.2 ,6. “Kudemi ia alu kesahKu”-ay.3, “Kubereken”-ay.3,6 rsbna.  Bandingken Yoh 1:3; “ Arah kata e ijadiken Dibata kerina sinasa lit; lalit sada pe ibas kerina sienggo jadi e ijadiken la arah kata Dibata”.

3. Selain Besalel ras Oholiap man tukang-tukang sideban pe ibereken Tuhan kengasupen simbelin, jadi hal sicukup penting pe ijenda eme kerinan kengasupen / kerina siterlibat ibas ndahiken ndahin Tuhan eme erkiteken gegeh Tuhan, janah perlukal saling siergan sada ras sidebanna, labo saling menonjolken kengasupenna masing-masing sierbahnca la akapna meherga temanna sideban, silabagi ia kengasupenna.
Kerina arus erfungsi ibas inganna/paksana; adi palu tah Martil tuhu dahinna malui, tapi labo asal palu tah kai pe paluina. Adi Bor pe labo kai pe ras ijapape ilubangina. Tapi bayangken adi lalit Martil tah Bor tentu la banci mejle bekasna tah arus erpala-pala ndahikenca. Dismpingsie kerina labo banci erbekas adi lalit simakesa, adi lalit kerjasama simehuli.

4. Dibata mereken kengasupen man banta tujunna eme :

Man singalokenca: Ngelatih KETAATENTA: “ gelah banci ibahanna kerina sienggo kuperintahken-ay.6.
Man Dibata (simere Kengasupen): gelah rencana Dibata igenepi. Rencana Dibata gelah tetap jumpa ersada ras manusia. Kemah siBadia eme lambang/ingan Perjumpan Dibata ras bangsaNa.
5 Dibata mereken kengasupen sipelain-lain man tep-tep jelma sue ras sura-suraNa jine. Kengasupen sinibereken Tuhan e arus igunaken sue ras rencannaNa. Kengasupen si lit ibas kita adi sipakenken sue ras rencanaNa enda si jadi pasu-pasu man kalak sideban.

6. Sijadi penungkunen man banta arah Nats enda, Kengasupen kai si lit ibas kita si lenga sipake guna ngelai ????



Read More

Monday, May 2, 2016

Admin

PJJ Tanggal 01-07 Mei 2016

By  
Bahan Perpulungen Jabu-Jabu, 01-07 Mei 2016

Bahan​:   Lukas 24:50-53
Thema​: ”Kenangkihen Jesus Ku Surga Jadi Keriahen Ukur”


Suplemen PJJ ::

Labo melukah ngaloken ras ngertiken kerna kematen Yesus i das kayu persilang, bali sulitna ras ngaloken bagepe ngertiken kekeken ras Yesus nangkih ku Surga. Labo lit kalak benar mate i datas kayu persilang, tapi kalak perdosa nge si i hukum mate i datas kayu persilang. Bagepe labo umum kalak si mate keke ibas kematen nari ras ibas jaman padan si mbaru labo lit iberitaken kalak si nangkih ku surga. Gelah lit gunana man kinitekenta, iperluken pemeteh si meganjangna ras kiniteken si mbagesna guna ngertiken ras ngaloken telu peristiwa si mbelin si ialami Yesus e. Janah ibas bahan perpulungen jabu-jabunta minggu enda secara khusus kita ngerana kerna kenangkihen Yesus ku Surga, ngkai maka jadi keriahen ukur man murid-murid ras kalak si tek?

Pembahasen teks
Arah peristiwa kenangkihen Yesus ku surga, Dibata ncidahken kemulian si iberekenNa man Yesus kenca penderitan si inanamiNa i datas kayu persilang, kematenNa ras ke kekenNa. Kerna kenangkihen Yesus ku Surga ibas Perb. rasul 1:9-11, Lukas nuriken Yesus iangkat ku Surga i lebe-lebe rasul e nari, jenari embun ngeligeni Ia. Embun e ncidahken kemulian Tuhan si reh ngalo-ngalo Yesus. Bandingken pe bagi peristiwa embun si nusur ku kemah perjumpan ibas jaman Musa, ibas embun e kemulian Dibata reh njumpai Musa (Kel. 33:7-11, 40:34), bagepe embun si reh ku Yesus si ngelinggemi Ia, janah ibas embun e nari ngerana Dibata nina "Enda me AnakKu si Kukelengi,..." (Mark. 9:7).

Kenca kekeken Yesus guna mpetetap ukur murid-muridNa gelah tetap erkiniteken man baNa bagepe guna mpetetap ukur mu rid-murid gelah nerusken pelayanen e, Yesus ncidahken diriNa sedekah empat puluh wari. Kenca kerina enggo bias iakap Yesus e maka seh me paksana Ia nadingken murid-muridNa, Ia nangkih ku Surga. Nina William Barclay "Yesus yang duniawi itu pada akhirnya menjadi Kristus Surgawi."

Kidekah Yesus secara jasmani lit i tengah-tengah murid-muridNa erbahanca kinipangenna ngalaken perbeben penginjilen ras ketetapen ukurna erkiniteken man Yesus ras Dibata Bapa tuhu-tuhu mehuli. Murid-murid nandai Yesus sebage Yesus si mulia, emaka kesirangen ras Yesus e la ngkurangi kemalemen atena sebab opedenga nangkih ku Surga Yesus nehken pedahna: "Arus itimaindu....nusur kuasa (Kesah si Badia) i datas nari man bandu." (Luk.24:49). Bagepe Yesus ngangkat tanNa masu-masu murid-murid e. Yesus lanai ras murid-muridNa, tapi ukur murid-murid enggo ipetetap Yesus alu Kata Dibata si enggo ipesehNa ras pengalamen erkiniteken si enggo ialamina kidekah ras Yesus.

Alu kenangkihen Yesus ku Surga jadi momo man murid-murid ras doni enda kerna Yesus ipermuliaken Dibata Bapa. E me si erbahanca murid-murid nembah ejimpuh man Yesus, meriah pe ukurna janah ilakokenna bagi si ikataken Yesus mulih ia ku Yerusalem, i je janahna nimai kerehen Kesah si Badia bagi si ipadanken Yesus, gedang-gedang wari ipujina Dibata Bapa. Kenangkihen Yesus ku Surga erbahanca meriah ukur murid-murid, peristiwa e tuhu-tuhu erlawanen kal ras sikapna asum Yesus i tangkap, iadili ras mate, pusuhna dem alu kebiaren, cebuni ia sabab la idahna kemulian Yesus tapi iakapna Yesus gagal. Alu pengidah jasmani kesirangen arusna erbahan aru ate, tapi erkite-kiteken murid-murid Yesus ngenehen kesirangen ibas kenangkihen Yesus ku Surga alu "mata kiniteken" (mata rohani) e maka erbahanca kesirangen e jadi keriahen, sabab ibas kenangkihen Yesus ku surga si i idahna e me kepastin kegeluhen kalak si erkiniteken man Tuhan, kenca kematen jadi me kekeken, ras kenca kekeken ibaba Yesus me kalak si tek ku surga rumah Bapa ibas paksaNa.

Aplikasi ras Renungen
Jelas kal perbedanna perbahanen kalak si dem keriahen ukur ras kalak si dem alu kebiaren. Kalak si dem alu kebiaren si arusna ilakokenna la idahikenna, sinik saja ia, entah cebuni, bagi si ilakoken Adam ras Hawa erkite-kiteken pelanggarenna, mbiar ia, emaka cebuni ia asum Tuhan reh man bana. Kalak si pusuhna dem alu kebiaren labo turah ukurna mperjuangken kemajun. Tapi kalak si pusuhna dem alu keriahen, terlebih lebih keriahen erkite kiteken ngidah kemulian Tuhan, erbahanca ia semangat ndahiken Kata Dibata, pang ngadapi kerina tantangen kiniteken ras nggit ia erkorban ibas pelayanen.

Kenangkihen Yesus ku Surga jadi pengarapen si nggeluh si mpetetap ukur murid-murid ras kalak si tek maka Surga ingan Dibata Bapa e tuhu-tuhu lit, janah Yesus lawes ku bas ingan e. Kerna Surga e Yeusu pernah ngerana man murid-murid niNa: "Ibas rumah BapangKu mbas ingan; janah lawes me Aku nikapken ingan man banndu. ...reh denga pagi Aku ngalo-ngalo kam, gelah ija Aku i je kam pe. (bdg. Joh. 14:1-4).

Jadi perenungen pe man banta bagi kai si ikataken Rasul Paulus: "Sabab aku enggo tek maka la lit kai pe si ngasup nirangken kita ras keleng ate Kristus: subuk kematen tah kegeluhen, subuk malekat-malekat, penguasa-penguasa ras kuasa-kuasa i langit, subuk kai si jadi genduari bagepe kai si jadi pagin. Subuk kai pe i babo doni tah iteruh doni, la lit kai pe i bas kerina si enggo ijadiken Dibata si ngasup nirangken kita ras keleng ate Dibata, e me keleng ate si cidahkenNa i bas Kristus Jesus Tuhanta." (Roma 8:38-39). Ras Yesus secara jasmani memang terjadi kesirangen tapi ras keleng ate Dibata ibas Yesus Kristus labo lit kesirangen. Keleng ate Yesus e me si erbahanca geluhta terkawali, e maka ermeriah ukurlah tetap ibas Tuhan, sidalankenlah kinitekenta alu tutus ate, seh paksana pagi Yesus reh mulihken ndahi kita gelah sialoken kemulian si rasa lalap.

Read More